Desember 17, 2014

Resolusi, Impian dan Kesempatan

Lereng Bromo
Siapa bilang kalau kesempatan hanya datang cuma sekali? Kesempatan yang sama bisa saja datang di kehidupan kita lebih dari satu kali. Pada kesempatan pertama dan kedua apabila kita tidak mengambil peluang yang ada disertai alasan logis, itu masih wajar. Namun pada kesempatan ketiga, segeralah manfaatkan peluang yang muncul kembali. Apabila memang kesempatan itu tak kunjung datang, maka ciptakanlah.

Saya sangat menyukai jalan-jalan. Puluhan tempat masuk dalam daftar perjalanan impian saya. Salah satunya Gunung Bromo. Kala itu bertepatan dengan agenda perpisahan anggota BEM kampus hendak mengadakan perjalanan kesana. Saya sangat senang mendengar rencana tersebut. Namun sayang, pupus impian saya untuk menginjakkan kaki disana karena tidak mendapat izin kedua orang tua dengan alasan materi.

Beberapa bulan kemudian, organisasi jurusan saya mengadakan visitasi ke beberapa perusahaan di Jawa Timur dan wisata ke Bromo. Kesempatan itu menghampiri lagi. Saya menekankan dalam benak terdalam agar bisa mewujudkannya. Setelah menjelaskan kepada kedua orang tua, lagi-lagi kekecewaan yang saya dapatkan dengan beberapa alasan beserta nasehat yang membosankan dari mereka.

Hari-hari berlalu. Sampailah pada sebuah rencana jalan-jalan ke Bromo oleh anggota Komunitas Backpacker di media sosial. Inilah kesempatan yang harus saya ambil. Langsung berbincang kepada kedua orang tua untuk mengikuti trip tersebut. Betapa leganya karena mendapat restu setelah melakukan komunikasi personal dengan penjelasan rinci. Akhirnya resolusi impian tercapai juga.

Perjalanan dimulai dari Purwokerto, transit di Jogja dan lanjut ke Malang. Di Malang, saya bertemu dengan orang-orang baru dimana tujuan kami adalah Kota Batu, Coban Rondo, Bromo.  Hingga saya ikut dengan salah seorang teman baru saya ke rumahnya di Kediri. Saya merasa bahagia dengan pencapaian tersebut dengan proses yang tidak saya harapkan sebelumnya. Begitu banyak tempat yang saya kunjungi pada saat itu. Saya tersadar, ketika kita yakin, pasti akan mendapatkan impian di masa depan dengan kesempatan yang gak akan pernah terduga kapan akan datang, pergi dan kembali lagi.

Juni 11, 2014

ETW Called Me From London

Post Card
Akhir April 2014 lalu, pertama kalinya saya mendapatkan kartu pos. Kartu pos dengan gambar Big Ben dari London sana. Dari seseorang yang menarik perhatian saya. Beliau seorang dosen Universitas Padjajaran yang sedang menempuh penelitian PhD di Manchester Business School. Saya bahkan tidak mengenal dekat beliau. Hanya saja saya sering membaca timeline beliau di twitter, dimana sering membuat tweet yang informatif. Saya yakin beliau orang yang cerdas dan pekerja keras. Saya semakin termotivasi dengan beliau yaitu untuk dapat juga mengambil studi di luar negeri, tentunya Eropa. 


Message 
Pesan sederhana yang menurut saya luar biasa sekali. 

"Rizki , all the best for your study ! Never let go your dreams . I am calling you from London".

Saya memajang kartu pos ini di dinding kamar saya. Tujuannya untuk pengawas motivasi saya ketika malas dan lupa akan mimpi. Tentunya juga agar bisa menjawab panggilan beliau kelak. Saya akan berusaha mewujudkan mimpi saya. Aamiin ! Terimakasih Bu ETW.


Mei 05, 2014

Negara Impian Seorang Pemimpi

Petualangan saya menjelajah Pantai Drini dan sekitarnya (Gunungkidul). Pemandangan epic dari atas bukit karst dan saya terpesona Tuhan menciptakan semuanya dengan sangat sempurna. Disana saya merasa damai dan seolah hanya ada saya dan Tuhan.
Petualangan saya menjelajah Pantai Drini dan sekitarnya (Gunungkidul). Pemandangan epic dari atas bukit karst dan saya terpesona Tuhan menciptakan semuanya dengan sangat sempurna. Disana saya merasa damai dan seolah hanya ada saya dan Tuhan.
Saya suka jalan-jalan (traveling). Entah mengapa saya merasakan passion ketika traveling ke suatu tempat, terlebih itu menarik untuk dikunjungi. Saya pun yakin, setiap tempat mempunyai ciri khas tersendiri entah itu tentang lingkungan, budaya, orang-orang, kuliner, dan adat istiadat. Saya sangat senang sekali bisa mengenali semua tentang hal itu di tempat yang baru. Bahkan saya sudah menuliskan beberapa tempat di Indonesia bahkan luar negeri yang ingin saya kunjungi di kemudian hari dalam “dream book” yang saya buat sejak tahun 2012. Saya ingin sekali mengelilingi Indonesia dan juga beberapa negeri orang.

Ke negeri antah berantah. Banyak negara yang ingin saya kunjungi, namun yang paling membuat saya kagum adalah Thailand, Korea, Australia, Maroko, Turki, dan sebagian Eropa seperti Inggris, Spanyol, dan Venesia. Ada apa dengan negara-negara tersebut ? Alasannya adalah negara-negara tersebut memiliki daya tariknya masing-masing dan meracuni nurani dan menggugah hasrat saya untuk dapat mengunjunginya.

Oke, Thailand, sebuah negara yang mirip seperti Indonesia karena letaknya yang berdekatan. Kalo disana ada Lampang, disini ada Lampung. Negara yang tidak pernah dijajah ini menyimpan kebudayaan yang menarik dan keindahan alam yang ciamik. Beberapa tempat di negeri gajah putih yang ingin saya eksplore adalah Bangkok, Phuket, Chiang Mai, Lampang, Chiang Rai, Krabi dan Pattaya.

Korea, negara di Asia Timur yang menurut saya wanita disana cantik-cantik. Informasi yang saya baca, kebanyakan orang disana melakukan operasi plastik. Hebatnya, negara ini sangat menjunjung tradisi nenek moyang mereka dimana kebudayaan disana terjaga lestari meski budaya baru era globalisasi memodernisasi. Tempat yang ingin saya datangi adalah Seoul, Jeju, dan Incheon.

Australia, negara liberal dan sekutu Amerika dan Inggris ini membuat saya tertarik dengan banyaknya program beasiswa pada universitas yang ada disana. Bahkan saya termotivasi dengan cerita para dosen saya mengenai negeri Kanguru tersebut.

Maroko, sebuah negara islam di Afrika. Kenapa? Saya kagum dengan Universitas pertama yang ada di dunia. Tentunya banyak ilmuwan islam terkenal dari negeri tersebut. Terlebih, sejarah masa lalu, Ibnu Battutah melakukan perjalanan dari Maroko menuju Indonesia di Kerajaan Samudera Pasai, Aceh. Begitu juga Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal “Syeikh Maghribi” juga datang dari negara ini. Lalu Indonesia dan Maroko menjalin kerjasama bilateral yang luar biasa pada masa Presiden Soekarno. Kota Marakesh dan Fez adalah dua kota disana yang menarik untuk dikunjungi.

Turki, negara islam yang berada di antara Benua Asia dan Eropa (transkontinental) ini membuat saya kagum dengan sejarah masa lampau dimana Islam pernah menguasai Romawi/Byzantium dengan pemimpin-pemimpinnya yang bijaksana. Duh, negara sekuler ini pun membuat saya tertarik dengan perpaduan antara budaya Asia dan Eropa. Apalagi wanita Turki memiliki rupa yang indah. Tempat yang membuat saya ingin sekali kesana adalah Istanbul , Izmir , Anatolia dan Cappadocia.

Inggris, negara maju yang terkenal dengan sejarahnya, revolusi industri, para ilmuwannya, klub sepak bola, heritage building & culture, dan beberapa universitas yang masuk ranking top dunia. Saya ingin sekali kesana, mengelilingi negeri Ratu Elizabeth tersebut. Apalagi setelah saya mendapatkan kartu pos dari seorang dosen yang sedang menjalani kuliah S3 di Manchester University, membuat saya termotivasi untuk merealisasikan keinginan saya  menjelajahi negeri yang bahasanya digunakan sebagai bahasa internasional.

Spanyol, negara yang dahulunya islam berkembang sangat pesat dimana menjadi pusat kekuasaan di Eropa. Terdapat banyak jejak sejarah mengenai Islam di Andalusia yang membuat saya tertarik untuk melihat negeri tersebut. Kota-kota seperti Toledo, Sevilla, Granada, dan Cordoba adalah tempat yang memiliki sejarah bagi kejayaan Islam yang mengatur pemerintahan Andalusia hingga 5 abad lamanya dan tentunya saya ingin mengunjungi kota-kota tersebut.

Venesia, kota di Italia yang membuat kagum dengan karakter kota air dan transportasi gondolanya. Saya yakin sistem drainase disana sangat canggih sehingga tata kota di atas air begitu cantik dan layak untuk dikunjungi karena memberikan keunikan dengan inovasi dan keromantisan.

Nah, itulah beberapa negara impian saya dan alasannya. Saya pecinta traveling wajar saya bercita-cita mengelilingi dunia ini untuk berkunjung ke tempat  indah ciptaan Tuhan di belahan bumi lain. Saya memasukkan rencana mimpi ini dalam pencapaian jangka panjang. Dimana setelah saya lulus kuliah nantinya, tahun 2015 (inshaa allah). Kemudian saya akan bekerja, lalu meraih impian saya satu per satu. Bahkan saya ingin sekali mencari pekerjaan yang memberikan kesempatan untuk ke luar negeri, misalnya seperti di perbankan sentral bagian pengembangn dan riset bisnis.

Dengan begitu banyaknya impian tersebut, saya mengestimasikan akan membutuhkan dana ratusan juta. Darimana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Saya belum tahu pasti. Namun saya sudah mengagendakan beberapa solusinya antara lain, bekerja di perusahaan asing, bekerja pada bidang yang memberikan tantangan perjalanan untuk riset, kerjasama dan pengembangan, bekerja di luar negeri, mengajukan beasiswa S2 di Australia dan Eropa, atau dengan menabung dari gaji pekerjaan saya nantinya. 

Saya seorang pemimpi dan perencana yang mempunyai banyak keinginan dan harapan. Saya seorang pemimpi yang bercita-cita menjadi seroang wisausaha, penulis novel, dan traveler. Saya seorang pemimpi yang suka mendengarkan cerita orang lain terlebih dengan kisah hidup mereka dimana saya bisa memetik banyak pembelajaran. Saya seorang pemimpi yang menjalani hidup ini dengan orang-orang yang menjadi motivasi dan inspirasi saya untuk menuju kesuksesan. Meraka adalah bapak, mamak, kakak, keponakan, nenek, saudara-saudara, sahabat dan teman-teman, Andrea Hirata, Merry Riana, dan Rangga Umara. Saya seorang pemimpi yang berusaha menjadi pribadi yang dewasa dan berintegritas. Saya seorang pemimpi yang lahir di Indonesia yang mengimpikan untuk bisa bermanfaat bagi Indonesia dan ingin memajukan negara tercinta dengan memanfaatkan kekayaan dan potensi yang ada.  

#IndonesiaDream #IndonesiaTravelTheWorld

Januari 28, 2014

Solo Traveling, Kenapa Engga ?

Bromo, Indonesia

Solo Traveling adalah jalan-jalan tanpa teman alias sendirian. Awal pertama melakukan ini memang ada perasaan was-was dan diperlukan persiapan sebelumnya yaitu mencari informasi destinasi yang akan kita kunjungi terkait rute, biaya, budaya, event, geografis dan transportasi untuk menuju kesana. Lalu kita bisa menuliskan informasi yang kita dapat sebagai bekal saat perjalanan. Siapkan gadget seperti  handphone sebagai alat komunikasi untuk mendapatkan banyak informasi dari jaringan internet. Tak lupa pula, kamera untuk merekan dan memotret kejadian/moment perjalanan. Selain itu, kondisi badan harus sehat. Bawalah obat-obatan yang sekiranya berguna ketika traveling. 

Menjadi solo traveler tidak sesulit apa yang dibayangkan. Kunci utamanya adalah keberanian. Mungkin banyak orang yang merasa melakukan solo traveling adalah hal yang menakutkan. Padahal dengan solo traveling, manajemen perjalanan akan lebih sesuai dan menyenangkan bagi kita. Karena kita bisa melakukan apa saja keinginan dan kemauan kita tanpa adanya pengaruh dan batasan dari orang lain. Yang terpenting kita selalu siap dengan kondisi yang akan terjadi, mawas diri dan hati-hari. Pastikan di setiap perjalanan yang kita lalui, selalu berdoa meminta keselamatan dan petunjuk dari Tuhan. Jadikan jalan yang kita lalui sebagai teman setia kita. Jadikan orang-orang yang kita temui sebagai teman baru kita. Meskipun sendirian, ingat saja selalu ada Tuhan di sisi kita.

Apa enaknya solo traveling? Ok, menurut pengalaman saya, semua keputusan dan keinginan apapun ada di diri kita. Berbeda bila kita traveling beramai-ramai bersama teman, karena diperlukan adanya musyawarah terlebih dahulu untuk kesepakatan bersama. Belum lagi perbedaan pendapat yang kadang menghasilkan hasil yang tidak sesuai harapan kita. Lalu tentang waktu dalam solo traveling akan lebih efektif dicapai dibandingkan jalan-jalan bersama teman, karena ketika banyak orang, kuantitas waktu yang digunakan akan semakin banyak. Entah itu mengobrol ngalor-ngidul, terlalu santai, menghadapi kebingungan, waktu menunggu dan lainnya. Setidaknya hal tersebut merupakan aktivitas tidak bernilai tambah dan tidak akan ditemukan banyak dalam solo traveling karena semua kegiatan yang dilakukan hanya tergantung dengan keinginan dan perasaan kita. Lainnya, kita bisa juga berkomunikasi dengan orang baru yang kita temui di tempat tertentu. Berkenalan, bertanya dan bertukar pikiran, siapa tahu dia akan memberikan informasi yang berguna bagi kita.

Solo traveling banyak memberikan kita pengalaman dan pembelajaran. Kita diharuskan menjadi berani, pintar memutuskan, menyesuaikan sikap dan perilaku, komunikasi yang baik, sopan santun dan lain-lainnya. Pengalaman dalam solo traveling kadang memberikan gambaran bahwa untuk melakukan sesuatu kalau bisa dilakukan dengan sendiri mengapa tidak. Toh kita punya kemampuan masing-masing. Pelajaran dalam solo, kita bisa implikasikan dari pengalaman yang mungkin kurang berkenaan atau buruk bagi kita saat traveling. Dari hal itu kita bisa berkaca untuk tidak mengalami hal sama dan melakukan hal yang berbeda. Dalam menghadapi permasalahan yang muncul, kita pula sebisa mungkin harus analitis dan kreatif memecahkan masalah tersebut.


Intinya solo traveling tidak selamanya menakutkan kalau kita belum mencoba. Banyak pengalaman yang kita petik setelah melakukan solo traveling. Bahkan melatih kepribadian dan perilaku kita pula. Kalau pun tersesat di kota orang, kita bisa bertanya dengan orang-orang yang kita temui untuk mendapatkan informasi yang benar dan mengarahkan kita. Ok selebihnya, segeralah rasakan pengalaman solo traveling anda supaya tahu bagaimana sensasi solo traveler.

Salam Traveling !

Januari 27, 2014

Traveling Itu ?

Pantai Menganti, Kebumen, Indonesia


Sekarang ini, jalan-jalan (traveling) sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Tidak hanya mereka yang mempunyai uang berlebih, tidak hanya orang dewasa, bahkan segala umur sangat menyukai jalan-jalan. Sampai-sampai ada yang menjadikan traveling sebagai hobi, minat, dan  juga tantangan untuk mendapatkan pengalaman yang baru tentunya. Traveling identik dengan mengunjungi tempat wisata ataupun hiburan yang memiliki ciri khas tertentu entah dengan wahananya ataupun dengan keunikan akan tempat tersebut. Biasanya para penggila traveling mencari suatu hal baru yang berbeda tentang keindahan alam, kelestarian budaya, teknologi modern, dan tradisi yang alami. Yang jelas tujuan utama traveling bagi saya adalah menemukan kebahagiaan dari kemampuan interpersonal dengan apa yang dihadapi di setiap kaki melangkah di suatu tempat yang tidak bisa diprediksi.

Hal utama dalam traveling adalah membuat agenda, rencana, itinerary. Baik rencana perjalanan, rancana keuangan, dan rencana apapun yang akan kita lakukan ketika di tempat yang akan kita tuju. Tuliskan rencana kita dalam sebuah kertas/catatan kecil agar bisa kita jadikan dasar saat traveling. Ketika rencana yang kita tuliskan tidak sama dengan kenyataan yang kita hadapi, hal tersebut adalah sesuatu yang wajar. Kembali lagi pada takdir meskipun kita bisa saja menuliskan rencana yang indah sekalipun. Bahkan, sesuatu yang di luar dugaan kadang memberikan sesuatu yang lebih mengesankan bagi kita. Seperti saya, sudah sering merencanakan akan jalan-jalan ke Bromo namun dua kali rencana saya gagal dan akhirnya di Januari 2014 saya bisa melakukan resolusi tersebut dengan bonus kunjungan ke beberapa tempat indah yang sebelumnya tidak saya idam-idamkan. Oya berhubungan dengan kesempatan tidak datang dua kali memang benar adanya. Namun ketika kita tidak mendapat atau sengaja melewatkan kesempatan itu, maka tugas kita adalah membuat kesempatan yang sama untuk diri kita dan traveling lah ketika kita sempat/lapang.

Traveling tidak selamanya tentang menghambur-hamburkan uang. Sesungguhnya tergantung dengan perilaku dan kebiasaan kita. Kita bisa menghemat pengeluaran kita dengan cara jitu masing-masing. Kalau saya biasanya memilih sesuatu yang murah namun tetap layak untuk digunakan/dikonsumsi. Membuat perencanaan anggaran sangat membantu sehingga kita bisa mengeluarkan uang dengan tepat. Kita bisa mengulik informasi dari internet ataupun pengalaman orang lain untuk membuat perencanaan dengan matang. Ya kalaupun itu sulit, kita bisa memperkirakan pengeluaran normal yang harus kita anggarkan. Intinya dalam traveling, keluarkanlah uang sehemat mungkin karena kita bisa saja mengunjungi tempat yang sebelumnya tidak kita rencanakan.

Dalam traveling kita bisa menemukan banyak hal :

  1. Tantangan dimana kita harus memutuskan beberapa pilihan di hadapan kita. Sebagai contoh, ketika akan menaiki transportasi ke suatu tempat yang akan kita tuju dengan memutuskan kendaraan apa yang paling efisien, aman dan juga nyaman.
  2. Pengalaman baru dalam setiap waktu yang kita habiskan. Dalam traveling tentunya kita banyak mengalami keadaan dan kondisi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Semua momen yang terjadi mengalir sesuai kemana keinginan kita untuk melakukan setiap tindakan. Contoh konkritnya ketika kita di sebuah bis/angkutan yang penuh sesak penuh penumpang adalah sebuah momen yang tak biasa. Pengalaman traveling akan berbeda dengan kegiatan sehari-hari yang biasa kita lakukan. Atau ketika kita di suatu desa tertentu dengan aturan-aturan leluhur yang berlaku disana, mau tidak mau kita harus bisa menyesuaikan kebiasaan seperti orang-orang disana. Toh dari pengalaman yang kita dapatkan tentunya memberikan pembelajaran dan pengetahuan akan kejadian yang telah kita alami. Yakin pula, bahwa pengalaman adalah guru terbaik untuk diri kita.
  3. Sebuah masalah bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu. Dengan adanya sebuah masalah, lagi-lagi kita harus bisa menjadikannya sebagai sebuah tantangan yang harus dicari titik temunya. Contohnya, ketika kita kehilangan sebuah dompet dalam sebuah bis. Hal tersebut tentu sangat mengecawakan hati kita padahal seharusnya merasakan kebahagiaan dalam traveling. Masalah bisa timbul dari sisi kita maupun eksternal. Menyangkut masalah yang datangnya dari diri kita, hal ini bisa diantisipasi sebelum terjadinya. Sedangkan masalah yang terjadi di luar tindakan kita adalah sebuah takdir Tuhan berikan kepada kita, mungkin sebuah ujian. Yakinkan saja masalah harus dihadap bukan dihindari. Kalau Tuhan menghendaki suatu masalah yang mungkin bagi kita menyedihkan, masa iya kita sebagai ciptaan-Nya tidak percaya bahwa hal tersebut adalah takdir indah-Nya.
  4. Dalam traveling kita bisa melakukan apa saja yang kita mau dengan harus tetap bisa menjaga sikap dan perilaku agar tetap sopan dan santun. Sering dalam traveling, kita melihat orang mengekspresikan kebahagiaannya dengan berteriak, berfoto, lompat-lompat atau yang lainnya.
  5. Pribadi saya sendiri biasanya mencari Tuhan dari tempat indah ciptaan-Nya. Kenapa saya mencari Tuhan di tempat yang belum pernah saya kunjungi? Alasannya adalah saya ingin mengetahui dimanapun kita berada ternyata Tuhan sangat dekat dengan kita. Mengunjungi Maha Karya-Nya di alam ini adalah keberuntungan yang harus disyukuri. Kita bisa merenungkan betapa besar keagungan-Nya, kekuasan meliputi langit dan bumi, dan betapa diri kita sungguh kecil di hadapan-Nya yang penuh dengan dosa-dosa. Hal lainnya masih begitu banyak sesuatu yang bisa kita dapatkan dan setiap orang mempunya tujuan yang berbeda pula.


Salam Traveling !