Translate

Februari 13, 2015

Homeland - Padangsidimpuan


      Video Perjalanan 


Perjalanan 10 hari, bernostalgia dengan orang-orang, teman-teman, makanan khas dan suasana tanah kelahiran. I love Sidimpuan , Salumpat Saindege :) 


Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu dimana Padangsidimpuan. Ya, inilah sebuah kotamadya di bagian selatan Sumatera Utara. Asal usul nama Padangsidimpuan sendiri berasal dari kata padang na dippu, yang artinya padang/hamparan rumput yang luas berada di tempat yang tinggi. Namun entah mengapa di kartu tanda penduduk dan database negara kita, nama kota ini menjadi Padangsidempuan, padahal filosofinya sendiri ya Padangsidimpuan. Kota ini dikenal juga dengan kota salak. Berbeda dengan salak pondoh yang ada di Pulau Jawa. Salaknya berwarna merah dengan perpaduan rasa asam, manis dan juga sepat. Ada juga yang kualitas unggulan, namanya salak sibakua. Kalau salak ini buahnya lebih besar, rasanya manis, dan sedikit berpasir bagian dagingnya. Untuk mengetahui lebih detail tentang kota ini, alangkah lebih baiknya baca informasi langsung dari website resminya disini .

Teman-temanku atau orang-orang sering menyebut kota kelahiranku ini berada di Padang. Jelas-jelas saya sering mengatakan bahwa Padangsidimpuan berada di Sumatera Utara. Mungkin karena berawalan kata padang membuat mind set mereka langsung tertuju dengan Kota Padang. Memang sih, kota Padangsidimpuan jaraknya lebih dekat dengan Kota Padang yakni 9-10 jam. Sedangkan dari Kota Medan bisa lebih dari itu. Waktu tempuh ini hampir sama dengan jarak Purwokerto ke Jakarta. Pikir sejenak, jarak ibukota provinsi dengan daerah otonominya lumayan jauh. Inilah yang membuat perkembangan kota ini masih stagnan meski sudah menjadi Kotamadya. Telaah lebih dalam, informasi dan perhatian dari pusat/provinsi terhadap daerah pinggiran biasanya berjalan dengan lambat/kurang. Contohnya saja bisa kita perbandingkan dengan Pulau Jawa dan Pulau lainnya. You know what I mean? Rumornya dari dulu sih, akan memisakhan diri dengan Provinsi Sumatera Tenggara, tetapi belum tahu entah sampai kapan provinsi itu akan terbentuk. 

Oke, saya masih akan berpanjang lebar lagi mengulas kota istimewa ini. Kenapa Istimewa? Ya iyalah, namanya juga pertama kali melihat dunianya disana, makan makanannya juga masakan khas disana, ya walaupun sekarang udah pindah ke Jawa, masih bangga dan cinta kali aku sama Sidimpuan. Inilah beberapa yang aku rindukan selama 10 hari disana dan ini wajib dilakukan kalau kalian berada di Sidimpuan.
  • Wisata Kuliner
       Makanan di Sidimpuan itu enak-enak. Banyak makanan khas yang wajib dicoba saat disana. Diantaranya ada mie kuning (mie gomak), lontong sayur, karupuk sambal di Jalan Melati, sate nauli rajawali, durian depan Toko Subur, martabak kubang Jalan Merdeka, roti cane Jalan Kenanga, mie rebus di Siborang, tenda biru di pajak lama, dan lain-lain. Dulu pas masa kecil saya, buah-buahan hutan tropis banyak dijual disana, seperti, salak merah, pisang monyet, durian (sijantung dan sisere paling mantep rasanya), bukbak, tungir-tungir, rambutan hutan, pikok pikok, kapundung, dan buah-buahan lain yang gak pernah saya temukan di Jawa. Namun, kepulangan saya kemaren, durian tidak dalam musim panen, sedangkan buah-buahan yang dulu sering saya makan di sekolah dasar tidak lagi dijumpai disana. Sayang sekali bung. Padahal itu yang membuat rindu akan Sidimpuan. Apakah buah-buahan itu sudah punah? Semoga saja tidak.


  • Wisata Alam
         Kota ini minim sekali dengan obyek wisata. Padahal saya merasa potensi disana tidak kalah dengan daerah lain. Tempat wisata terkenal disana yang sempat saya kunjungi adalah Aek Sijornih, air terjun buatan yang bertingkat-tingkat dengan air yang deras dan jernih. Katanya sih airnya berasal dari sawah, tetapi saya tidak percaya, karena beningnya air tersebut dan juga sangat deras. Letaknya di perbukitan dengan banyak pohon kelapa di sekitarnya. Aek Sijornih berada di Kecamatan Sayurmatinggi. Berjarak tempuh 30 menit dari Sidimpuan. Katanya juga, ada tempat wisata baru disana, yaitu Air Terjun Marancar, sayangnya saya tidak sempat mengunjungi tempat itu. Kemudian, ada Parsariran, wisata pemandian di sungai Batangtoru. Sungainya alami, jernih, dan cukup dalam. Ada banyak pondok-pondok disana untuk tempat kita beristirahat dan menyantap makanan. Biasanya sih digunakan untuk acara perpisahan sekolah (coret-coretan), meski tak jarang pula khayalak umum mengunjungi tempat ini. Selain itu, ada Tor Simarsayang. Bukir dengan view kota Sidimpuan. Disini banyak warung tenda (gubug) untuk bersantai, ada pula tempat karaoke, dan penginapan. Tempat ini terkenal dengan tempat nongkrongnya muda-mudi memojokkan diri, bahkan tak jarang pula yang kena razia. Sementara wisata lainnya yaitu pemandian air panas di Sipirok.  

  • Kongkow
     Tempat kongkow yang wajib kita kunjungi yaitu : (1) Jalan Baru. Sebenarnya ini merupakan jalan lintas truk-truk yang dibangun antara tahun 2007/2008. Kemudian disulap menjadi tempat nongkrong oleh anak-anak muda disana. Mungkin karena jalanannya lurus dan mulus, lumayan sepi, sehingga cocok untuk dijadikan area mojok dan balapan. Ratusan warung dan cafe di sepanjang jalan baru tersebut. Dari yang tempatnya sederhana sampai dengan yang modern. Tiap warung mempunyai pondok/tenda yang cukup banyak di antara pohon sawit. Makanan yang wajib dicoba antara lain karupuk sambal, kelapa muda, dan jagung bakar. Manohara dan lutfi adalah tempat yang saya rekomendasikan. (2) Tugu Salak. Tempat ini berada di pusat kota. Tempat makannya orang-orang disana sekaligus menghabiskan waktunya. Ada pula delman yang akhir-akhir ini muncul di kota ini. (3) Kafe Freekick di Jalan Kenanga. Ini satu-satunya kafe yang selalu rame dari sore sampai malam hari. Tak ada salahnya mampir dan mencoba suasana klasik di kafe ini. (4) Horas. Katanya sih, ini jadi tempat nongkrong baru. Toko roti dan banyak makanan dijual disini. Saya sendiri belum mampir ke tempat ini.

Itulah beberapa hal mengenai Sidimpuan. Kota dimana kosakata "tong", "dabo", "kele", bisa saya dengarkan dengan logat batak. Dimana huruf f dan v diucapkan sama dengan huruf p. Huruf z diucapkan sama dengan huruf j. Dimana "kereta" adalah sepeda motor, dan "galon" adalah pom bensin. Sebuah keunikan yang tidak saya dapatkan di Jawa dan sangat sering saya rindukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar