Juni 12, 2015

Semacam Pengalaman : Kuliner di sebagian daerah Jawa Tengah

Lomba Blog Visit Jawa Tengah Periode 3 akan berakhir men. Kali ini bertemakan wisata kuliner di Jateng. Setelah dua periode sebelumnya mengenai cagar budaya dan wisata alam. Masih ada lagi, lomba utama dengan tema  Cinta (Wisata) Jawa Tengah yang sepertinya bakalan banyak diikutin para blogger tanah air, soalnya hadiahnya bikin lemes, eh maksudnya bikin semangat buat nulis. hehehe :) 

Ngomongin kuliner asal Jawa Tengah, cita rasa makanan identik dengan rasa manis. Tentunya untuk orang-orang yang tidak biasa dengan makanan seperti ini akan merasa aneh, apalagi saya terbiasa menyantap makanan berbumbu, asin dan pedas. Menurut saya, beberapa makanan di Jawa Tengah jarang yang berbumbu komplit kemudian lebih banyak yang ditumis seadanya. Bagaimana caranya agar lidah saya bisa menyantap makanan disini? Ini sih, anggapan pertama kali saat menginjakkan kaki di Purwokerto.

Terlepas dari semua itu, saya mulai terbiasa dengan hal apapun yang saya alami di Purwokerto, termasuk makanan, orang-orang dan budayanya. 7 tahun sangat cukup membuat saya merasa nyaman. Saya mulai doyan bahkan suka dengan masakan orang-orang sini. Saya pun semakin tahu, Indonesia penuh dengan perbedaan dan multikultural. Tentunya inilah nilai positif dari Indonesia yang bisa kita jual sebagai produk wisata ke negara asing. Tinggal bagaimana wisata tersebut dikemas menarik namun didukung fasilitas transportasi, infrastruktur dan kesiapan dari masyarakat wisata itu sendiri.

Kembali berbicara mengenai kuliner, saya akan berbagi mengenai pengalaman saya ketika makan di tempat-tempat makanan yang pernah dan sering saya kunjungi.

1.       Soto Kriyik Purbalingga (Jl. Jenderal Soedriman, Purwokerto / sekitaran Pasar Wage)

Awal ceritanya ketika seorang teman ngepos foto di media sosial. Ketika ngelihat gambar makanan, langsung lah mata merangsang otak, dan menstimulus untuk bisa segera mencicipinya. 

Pekan lalu, kebetulan saya ke Pasar Wage sama abang saya. Dari rumah, udah berniat akan nyari keberadaan warung soto. Kebetulan pula kita laper banget abis dari pasar. Eh, setelah nyari-nyari dan nanya tukang parkir, kita gak nemuin itu warung. Pencarian pun berakhir, karena kita udah muter-muter sampe hujan turun, dan akhirnya kami pun pulang dengan sedikit kecewa.

Beruntungnya, di belakang rumah kami, ada yang jualan sroto (dibaca:soto). Soto isi kupat, bihun, kecambah, daun bawang, suwiran ayam, dan berkuah kacang yang memang khas dari Purwokerto (Soto Sokaraja). Harganya mana murah pula, cuma Rp 5.000. Lumayan banget kan buat ngeyangin perut. Untuk rasanya agak manis dan dicampur sambelnya yang pedas. Jadi perpaduan manis dan pedas.

***

Beberapa hari kemudian, sepulang jalan-jalan eksplore Banyumas buat update materi Lomba Utama Blog Visit Jateng2015. Saya pun mengobati rasa penasaran untuk makan soto tersebut. Ternyata warungnya berada di depan toko yang sudah tidak digunakan lagi, di atas trotoar, sebelah toko obat-obatan.

Akhirnya saya rasa penasaran saya hilang. Ibu penjualnya cukup lama meracik makanan yang akan kami santap. Nah, gak taunya, sampailah itu makanan. Porsinya benar-benar semangkuk penuh. Perbedaan soto ini adalah pada toppingnya, telur diiris kecil-kecil, lalu ada kacang tanahnya, kerupuk warnanya kecoklatan rasanya asin, daging dan hati ayam kampung,  sambal kacangnya yang terpisah dan kuahnya lebih kental. Benar-benar puas ! Saya hampir tidak sanggup melahapnya, padahal sebelumnya perut saya kelaparan betul. Untuk harganya cukup terjangkau, hanya Rp 14.000 saja. Saya memberikan poin 8 untuk kenikmatan santapan kuliner ini.

Soto Kriyik

2.       Sate Bebek Tambak

Masih di Banyumas. Kita bisa menemukannya di Kecamatan Tambak. Nah, kalo kalian lagi liburan atau ngelewatin daerah ini. Sebaiknya sempatkan diri untuk mampir sebentar ke warung sate bebek disana. Pecinta kuliner wajib banget nyicipin makanan yang satu ini. Mungkin kita lebih sering makan sate ayam atau sapi. Ini berbeda dari biasanya, daging bebek men. Siapa yang suka daging bebek? Ayooo ngaku ! Untuk letaknya di sekitaran Pasar Tambak. Ada banyak warung-warung berjejeran. Nah, rekomendasi saya, coba di warungnya Pak Ghepol atau yang sebelahnya (lupa namanya). Kenapa? Soalnya dagingnya lebih mateng, bumbu kacang dan bumbu kecapnya lebih mantap. Untuk harganya variatif, sekitar Rp 18.000 - Rp 25.000, sudah termasuk nasi, es teh, sop tulang bebek dengan sedikit berdaging. Enak banget ! Langsung kenyang .

Sate Bebek. Duh, gambar satenya ngeblur. Udah ga fokus soalnya, nahan laper.

3.        Es Durian (Purbalingga)

Siapa yang suka king fruit ? Saya ! Kalau kalian lagi liburan ke Purbalingga. Wajib banget buat nyicipin minuman nikmat ini. Apalagi kalau cuaca sedang panas terik. Letaknya di dekat Jembatan Klawing (daerah Bancar). Untuk harganya masih terjangkau kok, Rp 12.000 saja (kalau belum naik). Nah, di dekat warung es ini, tepatnya di depan Kantor Pengadilan, kita bisa menemukan warung Soto Bancar berjejeran. Kita bisa makan di bagian belakang warung dengan view Sungai Klawing. Kalau masih penasaran juga, ada lagi Soto yang lumayan enak, di Jatisaba. Jaraknya ga jauh dari Bancar kok, ya sekitar kurang lebih 2 km.

Es durian Purbalingga


4.      Mie Ongklok (Wonosobo)

Ada yang enak, ada yang biasa aja, ada yang ga enak. Makanan asal Wonosobo ini wajib banget dicoba buat kamu-kamu yang suka kuliner. Atau kalian yang berwisata ke Dieng, kan lewat Wonosobo tuh (kalo lewat sih), sempatkanlah buat nyobain Mie Ongkloknya. Jadi, mie ini kuahnya kental gitu. Biasanya makannya pake tempe kemul (tempe goreng) dan sate daging sapi. Enaknya adalah udara disana kan dingin tuh, apalagi kalau malam, mungkin karena deket gunung kali ya, cocok banget makan mie ongklok yang biasanya kuahnya hangat. Untuk harga mie ongklok murah kok, sekitar Rp 7.000 - Rp. 10.000 saja, yang mahal adalah satenya, sekitar 2 kali lipat dari harga mienya. Jadi , kapan mau nyobain mie ongklok ? Sedap loh ! 

Mie Ongklok. Syedap !
Ada lagi, wisata kuliner yang wajib kamu coba kalau sedang berada di pusat kota. Yaitu, makanan di sekitar Alun-Alun Wonosobo. Disana banyak makanan dijual. Ada es dawet (Banjarnegara punya nih), sate, tahu kupat, dan lain-lain. Alun-Alun Wonosobo pun tidak kalah indah untuk dijadikan tempat persinggahan kalian jika melewati Wonosobo. Selain, banyak pohon rindang, adem, rapi, dan ramai juga. Jadi, kapan mau ke Wonosobo?

Kupat Tahu, Dawet, Sate.

5.              Lontong Sayur (Mungkid, Magelang)

Sebenernya kesamaan antar daerah di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan perbedaannya kalau diteliti lebih jauh. Lontong sayur setahu saya hanya ada di Medan, Tapanuli, dan sekitaran Sumatera. Gak taunya, pas saya jalan-jalan ke Magelang, tepatnya Punthuk Setumbu. Setelah melewati Candi Mendut. Di daerah Mungkid, saya menemukan warung ini. Lontong berkuah santan dengan telor, kerupuk, dan sayur labu siam. 

Lontong Sayur


Intinya sih, kuliner di Jawa Tengah sangat banyak. Sangat beragam. Sangat berbeda, walaupun sedikit mirip-mirip. Terus kapan kalian mau berkunjung ke Jawa Tengah ? Cobain kulinernya. Cobain wisatanya. Udah bermimpi belum bisa mengunjungi  29 Kabupaten dan 6 Kota di Jawa Tengah ? Saya sendiri punya impian itu. Hanya saja, baru 9 dari 35 saja yang pernah saya kunjungi. Hahahaha J Setiap daerah punya keunikan dan keindahannya masing-masing. Maju terus Pariwisata Jateng. Pariwisata Indonesia !!! 

Nah kalo ini kuliner di rumah saya kalau Idul Adha.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jateng 2015. Semoga beruntung !! Buat kalian yang suka nulis, atau suka kuliner, ayo ikutan lomba ini, ayo ikutan berkompetisi. Makin ramai, makin mantap toh.

Banner Lomba 


Juni 01, 2015

Andai bisa terbang gratis, aku akan menemui sahabatku : Antara Reunian & Liburan

#TiketGratisTraveloka

#TiketGratisTraveloka hadir kembali guys. Kesempatan kedua bagi saya untuk dapat menjadi salah satu dari 10 pemenang yang akan dipilih. Setelah tema sebelumnya Jika aku diberikan 10 juta untuk traveling  bersama Garuda Indonesia keberuntungan belum berpihak pada saya.

Andai bisa terbang gratis, aku akan menemuinya !!

Selepas lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan SMA di Pulau Jawa, tepatnya Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Meninggalkan keluarga, sahabat, teman-teman, dan orang-orang di masa itu. Setiap pertemuan berakhir dengan perpisahan. Kodrat alam semesta.

Sering teringat dengan kota kelahiranku. Padangsidimpuan, sebuah kota kecil di bagian selatan Sumatera Utara. Teramat banyak kenangan terjadi disana. Banyak kisah-kisah yang rasanya ingin kembali diulang. Terkadang teringat sedikit oleh memori otak yang membuat rindu akan tanah kelahiran beserta orang-orang di masa lampau.

Siapa orang yang ingin saya temui ?

Jika saya bisa mendapatkan kesempatan itu, saya ingin bertemu dengan sahabat saya di masa putih biru (SMP). Mereka adalah Heru Setiawan, Indah Dewi Mentari, dan Nur Jannah. Meski mereka masih berada di Pulau yang sama, namun takdirnya adalah mereka masing-masing berkuliah di ibukota provinsi yang berbeda-beda, yaitu Padang, Medan, dan Pekanbaru. Sementara saya, di Pulau Jawa, semakin jauh dari kehidupan mereka. Seandainya saya bisa terbang gratis bersama Traveloka.com , aku akan menemui mereka kesana.

Kenapa ingin ketemu mereka ?

"Sahabatku. Aku rindu ingin bertemu setelah 7 tahun lamanya kita tidak bersua. Aku rindu masa-masa dulu. Kita belajar dari fase alay, culun, dan masih ababil. Masa-masa nongkrong bareng. Belajar dan ngenet, membuat email dan chatting. Pulang les dikejar-kejar anjing. Mendaki bukit, mandi di sungai. Sekarang sudah semakin menjauh menuju kesuksesan masing-masing. Semoga kita wisuda di tahun ini ya, aamiin. Aku ingin mengulang kembali canda tawa, berbagi cerita, dan mencari kebahagiaan bersama kalian".

Aktivitas apa yang ingin dilakukan dengan mereka ?

Liburan bareng, reuni, melepas rasa kangen. Jadi, liburan bareng memang sempat kami rencanakan sebelumnya, hanya saja waktu yang belum sempat. Semoga dengan mengikuti kontes traveloka, saya bisa merealisasikan harapanku menemui sahabat-sahabatku tercinta. Aku ingin mengeksplore wisata di Sumatera Utara bersama mereka.

Itinerary Perjalanan

Hari pertama (2 Juni 2015) : Berangkat dari Jogja menuju Medan untuk bertemu dengan sahabatku. Hari pertama disana, kami akan mengunjungi Istana Maimun untuk melihat kemegahan peninggalan Kerajaan Deli, sholat dzuhur di Mesjid Raya Medan, lalu ke Durian Ucok, Penangkaran Buaya Asam Kumbang, dan menghabiskan malam di Merdeka Walk.

http://www.indonesia.travel/id/destination/676/istana-maimun
Istana Maimun


Hari Kedua (3 Juni 2015) : Kami akan menuju ke Sibolangit untuk rekreasi ke Hillpark Sibolangit. Dengan waktu tempuh selama 1 jam dari Medan. Kami akan menghabiskan waktu bersama di taman bermain terbesar di Pulau Sumatera itu. Malam harinya, kami akan melanjutkan menuju ke Berastagi. 
The Heritage Hillpark Sibolangit

Hari Ketiga (4 Juni 2015) : Wisata berkebun di taman buah Berastagi untuk memetik jeruk dan markisa yang khas disana. Berastagi dikembangkan pada masa pemerintahan Belanda (1920) sebagai tempat wisata alam. Pemandangan indah akan kami dapatkan dengan view Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung beserta perbukitan hijau yang ditanami buah-buahan dan sayuran. Selain itu, ada pula Taman Alam Lumbini dengan pagoda tertinggi di Indonesia berwarna emas yang keren dan megah.

View Gunung Sinabung 
Taman Alam Lumbini

Hari kelima (5 Juni 2015) : Menuju Air Terjun Sipiso-piso, Tongging, dan Toa Silalahi dengan palung terdalam Danau Toba dengan kedalaman mencapai 905 m.
Air terjun Sipiso-Piso

Tongging

Hari Keenam dan Ketujuh (6-7 Juni 2015) : Menyebrang ke Samosir , mengunjungi Patung Sigale-gale dan pertunjukan tari, Makam Raja Sidabutar, Museum Batak, Tomok dan Tuktuk.

Danau Toba

Hari ke-8 dan ke-9 (8-10 Juni 2015) : Menuju ke Padangsidimpuan. Selama disana, kami lebih memburu wisata Kuliner antara lain Mie Gomak, Sate Baci, Lontong Sayur, Mie Balap, Martabak Kubang, Kerupuk Sambal, Durian, dan lain-lain. Sebab makanan disana enak-enak. Apalagi saya lahir dan tumbuh disana hingga remaja. Lidah ini cocok sama makanan sana, citarasa asin, pedas dan berbumbu. Huuummm lezat.

Mie Gomak, makanan favorit dan wajib


Hari ke-10 (11 Juni 2015) : Menuju ke Pekanbaru, terbang kembali ke Jogjakarta. Beruntungnya Citilink memiliki jadwal penerbangan langsung menuju Jogja dari Pekanbaru. Okeee, daripada balik ke Medan lagi, lebih baik pulangnya lewat Bandara Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Toh harganya hampir sama dan dengan waktu yang lebih efisien.

Okeeeee...setelah menyusun itinerary perjalanan, sebaiknya langsung saja saya memesan tiket pesawat beserta akomodosi penginapannya langsung, ga pake ribet, tinggal buka aplikasi Android Traveloka. Ga butuh waktu lama, cukup di kamar langsung pilih-pilih, tentuin jadwal dan memilih hotel, langsung klik, bayar deh. Semua beres. Bahkan gak sampe 5 menit.

Keberangkatan Jogja - Medan

Perjalanan saya mulai dari Jogja menuju Medan. Wahhhh Ternyata transit di Halim Perdana Kusuma 1 jam 25 menit. Oke deh gapapa, yang penting liburan. Uyeeeee.

Tiket Keberangkatan

Mengapa pilih Citilink?

Citilink sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia, so pasti kualitas dan pelayanannya sebelas duabelas dengan pendahulunya. Maskapai penerbangan dengan low cost carrier (berbiaya murah) ini dapat dijadikan pilihan penerbangan bagi kalangan menengah ke bawah untuk menjelajah alam  dan transportasi udara Indonesia, seperti rencana liburan saya menemui sahabat saya di Medan.

Selain itu, saya ingin mencoba pertama kalinya menaiki pesawat Airbus A320 yang sudah terkenal dengan pelayanannya yang memuaskan pelanggan dan penghargaan yang diterimanya sebagai bukti komitmen akan pelayanan dan keamanan penerbangan tanah air

Hotel di Medan

Karena di Traveloka bisa pesan hotel, gampang dan tinggal klik saya sekalian booking hotel di Medan. Saya memilih Hotel Swiss Belinn Medan karena aksesnya terletak di pusat kota, kemudian reviewnya cukup bagus, apalagi dapet diskon 15%. Lumayan banget kan. Traveloka memang hemat dan jujur. 

Review Pemesanan Kamar

Hotel di Berastagi

Info Umum Hotel

Hotel di Tongging

Yahhh, sayang banget Taman Simalem Resort untuk tanggal 5 Juni 2015 tidak tersedia. Padahal resort ini terkenal dengan Pearl of Lake Toba (view Danau Toba) yang sangat indah. Apalagi letaknya tidak jauh dari Tongging. Ya sudahlah. Semoga saja Traveloka segera bekerja sama dengan resort ini tidak lama lagi, buktinya saja sudah ada review dan foto di aplikasinya.

Review Pemesanan Taman Simalem Resort

Hotel di Toba selama 2 malam

Review Pemesanan

Okeeee untuk penginapan selama di Sidimpuan, tidak khawatir lagi, saya menginap di rumah saudara atau sahabat saya disana. 

Tiket pulang ke Jojakarta

Pulangnya dari Pekanbaru terbang langsung menuju Jogjakarta. 

Tiket Pulang

Kesan dan pesan menggunakan Traveloka App

1. Saya bisa memesan tiket pesawat dan hotel dimanapaun, kapanpun, tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Saya bisa memesannya sekaligus nonton tv, tiduran di atas kasur, santai di ruang keluarga, tanpa perlu keluar rumah. Kuncinya hanya satu, asalkan ada jaringan internet / paket data. 
2. Harga yang didapatkan seringnya dapet harga yang murah, harga yang jujur ! Banyak diskon pula dan tidak ada lagi biaya tambahan. Semuanya yang dibayar sudah include ! So, ga susah-susah lagi kan ngatur keuangan saat liburan. Pastikan saja bookingnya di Traveloka.
3. Kemudahan fitur dan penggunaan Traveloka Apps. Tidak ribet mengisi data/informasi pemesanan. Adanya fitur review, foto, akses terdekat, dan informasi detail mengenai hotel yang akan kita pilih sehingga memudahkan pilihan. Kalau saya pertama-tama melihat review dari para tamu, ketika bagus dan  sesuai, cukup dengan kantong, mengapa tidak ?
4. Cuma empat langkah untuk booking hotel maupun pesawat, pesan , review, bayar, dan tiket langsung ke email .
5. Pilihan metode pembayaran yang beragam dan bisa kita pilih sesuai dengan yang kita miliki.

* Pesan : Semoga Traveloka semakin memperluas jaringan dan kerja sama dengan hotel dan resort yang berada di wilayah terpencil yang dekat dengan tempat wisata. Tidak hanya hotel yang berada di pusat kota saja. 

Terakhir, buat kamu yang mau liburan, ga usah susah, booking aja tiket dan hotelnya via Traveloka. 
Apa? Belum punya aplikasinya? 
Gampang men !  Unduh Traveloka Apps di Play store ataupun App Store.

Wish me luck !! :)