Translate

Oktober 15, 2015

Jalan-jalan Sore : Ke Museum Fatahillah

Kota Tua Jakarta merupakan jejak rekam sejarah tempo dulu. Bukti kejayaan penjajahan kolonial Belanda ketika menguasai Indonesia tepatnya Sunda Kelapa. Ratusan tahun kolonialisasi memusatkan pemerintahannya di tempat ini. Kota Tua masih menyimpan begitu banyak kenangan, berupa peninggalan benda-benda serta bangunan baik tata kota dan arsitek khas Eropa yang dibawa Belanda dalam mengembangkan Kota Batavia. Di Batavia ini pula, saksi perjuangan rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan tahun 1945. Kini, kawasan kota tua menjadi tempat wisata sejarah dengan beberapa peninggalan bangunan yang dialihfungsikan menjadi museum, cafe, dan lain-lainnya. Menjadi fasilitas publik yang banyak dibanggakan khususnya warga Jakarta. Disana, seluruh lapisan masyarakat berkumpul tanpa mengenal kasta. Tidak jarang pula, turis berkeliaran di tempat ini.

Jalan-jalan sore kemarin, saya bersama Irmales dan Ipin menjelajah Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta). Untuk masuk ke museum, tiket masuk dapat dibeli di sisi kanan museum ini seharga Rp5.000 untuk umum dan Rp3.000 untuk mahasiswa/anak sekolah. Cukup murah bukan? Aturan pertama memasuki museum tersebut, kita dilarang membawa makanan/minuman. Kedua, kita harus melepas alas kaki kita dan menggunakan sendal jepit yang disediakan oleh pihak pengelola.

Di museum berlantai dua tersebut, kita akan banyak disuguhkan tentang Jakarta lebih dalam, peninggalan masa lampau, serta beberapa prasasti yang ditemukan di berbagai pelosok daerah Nusantara. Satu yang pasti, ruangan lantai dua museum ini merupakan tempat favorit saya. Disitu saya bisa melihat view kawasan Kota Tua lebih luas dengan keramaian di pelatarannya. 

Di pelataran tersebut, banyak komunitas yang bisa kita lihat, akan tertuju mata pada komunitas batu yang menggunakan seragam tempo dulu, lalu ada komunitas sepeda, komunitas seni dan orang berlalu lalang. Entah, menghabiskan senja di Kota Tua memberikan rasa historis yang berbeda. Kita bisa banyak belajar atau sekedar cukup mengetahui sejarah Kota Jakarta ataupun sekedar nongkrong bersama keluarga maupun teman. 


Kota Tua Jakarta

Trick man

Replika Gereja di Museum Fatahillah

Peta Kota Tua Tempo Dulu

Pelataran Kota Tua Jakarta

Replika kejadian tempo dulu

View dari lantai dua Museum Fatahillah

Ceritera Batavia dan Belanda

Prasasti Kebon Kopi (Tapak Kaki Gajah)

Replika Kapal Belanda

Ini gatau apaan 

Penjara Wanita (ruang bawah tanah museum)

Keramik made in Eropa

Gate menuju ruang bawah tanah

Sisi belakang Museum Fatahillah

Ruang bawah tanah (penyimpanan mortir/meriam)

Ramainya pelataran Kota Tua Jakarta

4 komentar:

  1. museum yang bagus.

    Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  2. Halo, boleh minta alamat emailnya? saya Ricka (ricka.shintayu@wearepinancle.com) dari PT Valuklik ingin menawarkan kerjasama, terimakasih

    BalasHapus