Translate

Oktober 27, 2016

Part 1 - Seharian Keliling Jakarta, Bisa!


Weekend kemaren, saya berkesempatan mengeksplore Ibukota Jakarta bareng blogger Jabodetabek, Lampung bahkan Bandung yang diadakan oleh IDCorners bertajuk Jakarta Night Journey. Pada event tersebut, para blogger diajak jalan-jalan menelusuri wisata ibukota seperti Jakarta Smart City, Balaikota, City Tour, Kota Tua dan Monumen Nasional.

Kurang lebih sebanyak 35 blogger hadir di hari sabtu kemarin. Titik pertama yang dituju adalah Gedung Balaikota lantai 3. Tepatnya lounge Jakarta Smart City. Di dalam ruangan ini, tersusun meja kerja dengan teknologi modern yang cukup lengkap. Screen kamera cctv yang memantau kondisi lalu lintas tampak real. Disitu kami mendengarkan penjelasan pekerja tenaga ahli yang terdengar kental dengan logat bataknya.






Sedikit review yang saya dapatkan, Jakarta Smart City merupakan akses online warga Jakarta untuk memantau kondisi, aktivitas, arus informasi yang ada di Jakarta dan berguna sebagai tempat mengeluarkan aspirasi maupun keluh kesah atas permasalahan yang masyarakat temui di ibukota.


Melalui portalnya smartcity.jakarta.go.id , masyarakat dapat mengakses informasi seperti harga sembako di pasar, update kamar kosong di rumah sakit, harga tanah per meter persegi, kondisi lalu lintas dan lain-lainnya. Untuk menambah kualitas, tersedia aplikasi online yang bisa digunakan untuk yaitu Qlue. Selain itu, terdapat aplikasi pendukung lainnya seperti zomato, trafi, ragunan zoo, go food, iJakarta, info pangan, dan waze.

Jakarta Smart City semacam terobosan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun ibukota dengan kondisi nyata di lapangan, aspirasi dan kritikan seperti sampah, kerusakan infrastruktur, dan kemacetan arus lalu lintas.

Selesainya, kami menuju ke lantai dasar, disanalah tempat Gubernur Jakarta beserta staf-stafnya bekerja. Arsitektur bangunannya antara neo klasik eropa dan campuran Indonesia. Di lantai dasar lebih banyak ruangan untuk rapat, aula pertemuan dan hall serbaguna. Menuruni tangga layaknya tangga di film Titanic, sedikit klasik. Di hall tersebut terpampang gambaran dan tulisan mengenai program-program seperti progres pengerjaan jalan tol, proyek mrt, jalan layang, normalisasi Waduk Pluit, penggusuran dan pembangunan rumah susun. Ada pula tulisan sejarah Jakarta dengan foto Gubernur dan wakilnya.




Melangkah ke depan, ada ruang galeri foto. Di tembok berderet foto pemimpin Jakarta sejak dahulu hingga masa Pak Jokowi. Meja kursi disusun rapi dengan vas bunga yang berisi tumbuhan hidup. Cermin, pot bunga, lampu gantung menambah kemewahan ruangan itu.





Pada bagian agak ke depan terdapat ruang tamu, ruang kerja Gubernur, ruang transit tamu, lalu melangkah keluar ada pendopo dengan taman air mancur.









Para blogger banyak berfoto mengabadikan momen disitu. Ada pula wisatawan domestik yang datang berkunjung. Mereka melihat foto-foto, selfie, dan duduk-duduk di sofa. Saya sedari awal memegang kamera smartphone Asus Zenfone 2 Laser untuk mengambil gambar. Semua ruang hampir saya potret, dengan angle dari sudut ruangan, dari atas, dari bawah dan menyeluruh. 



Dengan smartphone Asus, saya dapat dengan cepat menangkap fokus gambar. Didukung fitur kamera yang cukup, resolusi 13 megapiksel dengan bukaan lensa f2.0, saya lebih suka menggunakan mode manual untuk hasil foto yang lebih orisinil (cukup akurat). Performa multitasking pun sangat efisien karena dapur pacu, chipset, dan RAM yang mumpuni. Sehabis motret, sesekali saya langsung mengupdate status ke media sosial (live tweet #EnjoyJakNight) tentang serunya kegiatan kami saat itu. Namun saya harus menghemat baterai untuk terus bisa mengambil foto dan momen hingga akhir perjalanan.






Pada abad ini, smartphone menjadi alat fotografi yang paling simple untuk dipakai. Dengan menggunakan gawai, saya merasa efisien dan mudah dalam memotret momen. Secara kualitas, Asus Zenfone yang saya gunakan cukup mumpuni dengan fitur kameranya, terlebih ketika mendapat cahaya yang optimal. Hasil foto tidak jauh berbeda dengan kamera digital sejenis mirrorles maupun DSLR yang lebih fungsional dengan fitur canggihnya. Dengan menggunakan fitur manual, saya cukup puas mendapatkan hasil foto yang lumayan bagus, namun hasil foto akan semakin terlihat kualitasnya ketika saya memindahkan ke laptop/komputer.


Baru-baru ini pula, Asus merilis smartphone Zenfone 3 terbaru yang semakin meningkatkan kualitasnya untuk user mobile photography. Fitur canggih yang disisipkan dilengkapi akses interface untuk memudahkan pengguna dalam kecepatan pengambilan momen (gambar). Penambahan fitur seperti HDR pro, low light, depth of field (untuk foto makro), dan beberapa efek foto yang bisa digunakan, sedangakan mode manual diperkaya dengan kecepatan rana kamera sampai dengan 32s, OIS (meminimalisir blur) dan EIS (dalam mode video), eksposur, auto focus yang hanya membutuhkan 0,03 detik (triTech), ISO serta white balance. Menariknya lagi, dipacu dengan sensor Sony IMX298 16 megapiksel, Zenfone 3 mampu merekam video hingga resolusi 4k. Benar bila tagline produk tersebut menyatakan bahwa Asus Zenfone 3 Built For Photography. Sedikit membayangkan pula, kalau saya dapat menggunakan produk tersebut untuk melatih kemampuan berfoto saya yang masih amatiran pasti akan terbantu sekali dengan fitur-fiturnya

6 komentar:

  1. Jakarta sekarang bagus euy. Seru jalan-jalan di ibukota teh ya ternyata hihihi mungkin bawaan temen2 yang hepi juga sih. jadi auranya hepi terus :D Ki, foto kamu bagus-bagus. rapi enak dilihat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh.sering aku kalo weekend suka explore Jakarta,nyari event-event sekalian keliling ke tempat2 yg blm dijelajah. makasih teh :) masih tahap belajar hehe.

      Hapus
  2. Terimakasih Bu Donna. Semoga lain waktu bisa jalan bareng lagi. Alhamdulillah acara Jakarta Night Journey kemarin meriah sekali :)

    BalasHapus
  3. Asiknyaa semoga bisa ngetrip bareng IDC lagi yaa

    BalasHapus
  4. terima kasih udah gabung bareng kami ya

    BalasHapus