Translate

Oktober 01, 2016

Wisata dan Reunian : Tebing Keraton

Reunian masih berlanjut. Lokasi tujuan hari kedua sudah lama masuk dalam list destinasi gue. Letaknya tidak jauh dari dorm yang kami tinggali. Namanya Tebing Keraton. Mungkin destinasi ini sudah banyak yang tahu ya. Letaknya sendiri berada di Taman Hutan Raya Ir. Juanda. Menuju kesana, jalanan menanjak perbukitan melewati banyak antara rumah entah juga villa agak elit di sisi pinggiran jalannya. 

Sampai di parkiran kendaraan. Masyarakat sekitar sana, sudah mengatur lokasi wisata ini bagi wisatawan dengan tujuan menambah nilai ekonomis masyarakat sekitar, yaitu menawarkan jasa angkutan sepeda motor dari lokasi parkiran ke tebing keraton berada yang jaraknya +/- 3 km. 

Kami saat itu memilih berjalan kaki saja, meski ditawarin berkali-kali oleh jasa ojek disana. Menikmati matahari pagi, beserta sejuknya udara pagi, kami berjalan dengan semangatnya.


Jalan-jalan pagi.
Awalnya kami berencana untuk spotting sunrise , eh kami berangkat kurang pagi sedikit. Alhasil kami mendapat suguhan matahari ketika berjalan kaki. Masih oke lah. Pemandangan hijau sekitarnya sangat enak dipandang oleh mata.

Sunrise di ufuk timur
Latar pemandangan di sisi barat
Ini harga tiket masuknya. Semoga bermanfaat.
Di bawah sana banyak pohon-pohon yang menghasilkan oksigen yang kita hirup. Semoga tetap lestari sampai akhir nanti.
Itu gunung apa ya? Ada yang tahu? Ini diambil dari lantai dua spotting area
Heni dan Ito

Its my mate
Dulunya sih tempat ini dikenal dengan Cadas Jontor (batuan cadas yang menonjol ke depan dan ketinggian yang berbeda). Sementara arti dari penamaan Tebing Keraton sendiri adalah kemewahan, kemegahan, keindahan alam yang bisa dinikmati di atas tebing. 

Menurut saya Tebing Keraton memang menarik. Hijau, sejuk, cadas, dan cantik.
Thats why in on my list, and i was visited there with my mate in junior high school for reunion.

Mampir ke depan Gedung Sate

Mampir di Cafe entah apa namanya, lupa.

Terima kasih kawan. Kalian luar biasa. Semoga kita dipertemukan di lain waktu dan kesempatan.
Terima kasih Tuhan Semesta Alam atas waktu, kesempatan, kenikmatan atas kehidupan yang sementara ini. Engkau ciptakan dunia ini dengan sangat indah. Catatan waktu dengan orang-orang di sekitar yang kau berikan sangat berharga bagi diri hamba. Sudah sepatutnya hamba untuk tak lupa untuk selalu mengucap segala puji bagimu Tuhan (Alhamdulillah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar