Translate

Desember 25, 2016

Paras Waduk Jatiluhur dari Gunung (Batu) Lembu

Tidak jauh dari Gunung Parang, Purwakarta memiliki wisata ketinggian lain, seperti Gunung Bongkok dan Gunung Lembu. Sesudahnya menikmati sunrise yang epic dari homestay di Badega, kami menuju ke arah pos pendakian Gunung Lembu yang berjarak sekitar 15 menit dari sana.



Setibanya, kami langsung registrasi dan langsung berjalan memasuki jalur bukit lembu dari pos Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani. Pos pendakiannya berdekatan dengan kantor kepala desanya. Fyi, biaya retribusi 10k saja.


Pohon bambu tumbuh subur di sekeliling kami. Saya teringat jalur awalnya sama seperti hendak ke Bukit Watu Meja. Untuk ke pos satu tidak begitu jauh, sekitar setengah jam saja. Setelah menemukan jalan berbatu, kontur semakin menanjak beberapa terjal dan kondisi jalannya licin (sisa-sisa hujan semalam). 




Mencapai pos dua, pun tidak jauh sekitar 20 menit dengan langkah kaki sangat santai. Di atas sana, ada makam Kalapitung yang ditandai batu berlumut sebagai penanda nisan. Berjalan lebih jauh lagi, kami menginjak di titik punggung lembu dua. 


Di sepanjang jalan kenangan (di kisah ini gak ada yang digandeng, sedih yak), banyak warung-warung tersedia. Mereka menyediakan tempat duduk pula untuk pengunjung dapat sekedar beristirahat. Belum sampai juga, kami berada di celah antar bukit, disitu terdapat tali tambang untuk alat menuruninya. View di kanan dan kiri semakin luas dipenuhi silaunya Jatiluhur. Tambak ikan berpola random.


Kaki masih bersemangat, kami melewati dataran dengan jurang di sisi kanan dan kirinya. Mungkin densitasnya hanya satu hingga dua meteran, namun semak-semak menutup lebat dan hanya jalanan tikus yang bisa dilalui. Di sepanjang titik ini, saya lebih berhati-hati melangkah sebab sisi celah jurang sangat tidak terlihat.


Akhirnya pos tiga di depan mata. Area dataran yang lebih lapang. Banyak tenda-tenda pengunjung yang bermalam. Disini pula habitat monyet jawa tinggal. Aku melihat, gerombolan monyet itu mencari makanan diantara pengunjung yang sedang memasak. Satu monyet mengambil nesting pendaki dengan gesit. Si masnya nampak pasrah setelah berusaha mengejar monyet yang sigap bergelantungan diantara pepohonan.

Di atas sana tumbuhan kayu berbatang besar meneduhkan perjalanan kami. Batu-batuan besar pegunungan berserakan di hamparan tanahnya. Rupanya itulah titik tertinggi Gunung Lembu 792 mdpl. 


Batu Lembunya Dimana?


Kami menurun sedikit lagi dari pos tiga untuk sampai ke batu lembu. Ada satu warung dan rest area dari kayu yang tersedia diantara pepohonan. 

Batu Lembu tepat di ujung bukit. Area tebing cadas yang menohok. Pemandangan disitu sangat luas. Indah beneran. Ya pokoknya tempat yang bagus untuk memikirkan betapa banyak nikmat yang sudah saya dapatkan sampai dengan hari itu, alhamdulillah ya Allah. 



Waduk Jatiluhur itu yang terluas sepertinya di Indonesia. Sebab hampir 180 derajat lebih mengelilingi daratan tempat dimana kami berpijak. View menarik disana adalah variasi antara tonjolan bukit di sekitaran sisi waduk dengan tambak-tambak ikan yang memenuhi isi waduk itu selain air yang berkubik-kubik menyilaukan pandangan mata. Di depan jauh sana terdapat bendungan. Lebih jauh lagi, Karawang berada di dataran lembah. Sedangkan Gunung Parang nampak di sisi agak ke belakang. 


Batu lembu berpola garis-garis yang mungkin terbentuk sejak lama hasil pengangkatan dan sedimen (mungkin). Cadas rupanya. Di sisi jurangnya dipagari dengan kawat pembatas. Meski terik matahari yang panas di atas sana, tetap membuat kami merasa betah dengan suguhan pemandangannya yang cantik.

4 komentar:

  1. sejauh mata memandang terlihat waduk jatiluhur. dulu pas di purwakarta diajak untuk kesini, namun gara2 cuaca buruk akhirnya batal.

    eeh..ternyata papan petunjuknya penuh dengan dari coretan tangan orang kurang kerjaan --"

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mas eksplore.hehehe. iya selalu mas, vandal dimana2.

      Hapus
  2. wah. wajah waduk jatiluhur makin keren yaa. semakin eksotis

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas hanif.viewnya luas banget.kalo bawa drone kesana mantep banget itu.hehehe

      Hapus