Translate

September 09, 2017

HAI BALI, AKU INGIN BERTEMU LAGI

Hai Bali. Aku menyapamu dari bilik kamarku. Meski baru seminggu yang lalu aku mengunjungimu. Rasanya rindu ini membuatku ingin bertemu kembali. Masih ada catatan memori antara aku dan kamu. Kesan mendalam mengapa banyak orang termasuk diriku, terkagum-kagum dengan keindahan alam dan budayamu yang terjaga lestari. Itu memang alasan sederhana dan sedikit klasik. Namun aku berpikir, tidak butuh banyak alasan tentang apa yang ku rasakan, kecuali tentang segudang pesonamu yang membuatku mengapa ingin segera kembali. Mungkin aku akan melepas rasa penasaranku dengan merajut kebahagiaan setelah mengunjungi setiap penjurumu.

Bali's landscape. So wonderful.

Ada banyak sekali yang ingin ku ulangi kembali atau ingin sekali aku jamahi dari beberapa spot wisata yang ada di Pulau Dewata. Berikut ini aku merinci apa yang ingin aku kunjungi bila berkesempatan kembali menjelajah eksotisme surgawi yang ada di Bali.

1. Berburu Sunrise di Gunung Batur

Gunung api aktif setinggi 1.717 mdpl ini kabarnya menawarkan keindahan alam berupa matahari terbit yang cantik ketika momen menyambut pagi di mana mentari memulai menerangi lanskap daratan di sekitarannya. Aku termasuk pengagum matahari di kala terbit maupun terbenam. Trekking selama empat jam naik dan turun adalah waku yang cukup benilai dan pengalaman yang wajib dicoba untuk menyaksikan keagungan-Nya. Aku hanya dapat sedikit membayangkan, ketika jaket tebal menghangatkanku dari udara dingin, aroma belerang memasuki saluran hidungku, lalu kedua indra mataku terpana dengan pemandangan Gunung Abang diselimuti awan-awan, Gunung Agung kokoh meninggi, dan kaldera yang agak sedikit misty.


2. Wacthing Dolphins in Lovina

Wisata alam di Bali Utara ini ingin sekali aku penuhi. Menanti kedatangan pagi dengan berlayar di atas perahu untuk melihat sekawanan lumba-lumba adalah hal yang menyenangkan. Seketika lumba-lumba melompat dari kedalaman lautan, berenang kesana kemari, seolah menari di udara. Mereka menyambut ramah dan lincah setiap mata yang menunggunya. Oh, Lovina betapa indahnya.


3. Eksplore Nusa Penida

Kesempatan liburan minggu lalu, pertama kalinya aku datang ke Nusa Penida. Sesampainya di dermaga, aku terpesona dengan pantai dan airnya yang bersih, berwarna biru dan toska. Ekspektasiku semakin terbukti setelah aku mengunjungi beberapa spot yang ada di telur emasnya Bali. Apa yang ingin aku lakukan disana antara lain:

-   Menjejakkan kaki di pasir putih Kelingking Beach. 

Indahnya Kelingking Beach

Sayang ketika aku kesana, waktu yang terbatas dan jalur menuju turun ke bawah sedang tidak direkomendasikan . Jadilah aku memperhatikan diam-diam, dari ujung tebing, ada batu karang persis berdiri di dekat kepalanya, leher yang meliuk hingga pantai mungil yang terhampar jauh di bawah, lalu ditutupi tebing memanjang sampai ujung. Pesona pantai ini benar-benar indah. Aku pun tersadar, bentuk pantai ini seperti dinosaurus yang sedang tertidur

Aaakkkk. i'm in love with the beauty of Nusa Penida

-  Menyusuri Broken Beach dengan perahu. 

Terlintas di benakku untuk melewati karang bolong dengan cara yang berbeda. Perahu membawaku berlayar mengitari area tebing di bawah ini. Meencoba sensasi baru yang luar biasa. 

Oh God, its so perfect.

-  Snorkeling di Krystal Bay Beach. 

Pantai ini memiliki pesona keindahan alam bawah laut dan kontur alam yang cantik. Aku betah berlama-lama melepas momen dengan berenang bersama ikan-ikan kecil di tempat ekosistemnya yang ciamik.

Alam bawah laut Krystal Bay menyimpan ekosistem tumbuhan karang yang dijadikan rumah ikan-ikan

-   Relaxing di Angel’s Billabong Beach.

Liburan kemarin aku hanya sempat mengunjungi empat spot di Nusa Penida yaitu Angel's Billabong Beach, Broken Beach, Kelingkin Beach dan juga Krystal Bay Beach. Nyatanya, telur emas Bali ini menyimpan banyak tempat indah yang belum aku kunjungi seperti alam Pantai Suwehan, bersantai di Molenteng Tree House, menyapa Atuh Beach dan bertandang ke spot Raja Lima.

Angel's Billabong Beach

"Bali untukku sebuah tempat yang istimewa. Alamnya menyatu dengan tradisi dan budaya yang terjaga. Aku hanya percaya, Tuhan menciptakan sekeping surgawi disana. Tidak cukup mengungkapkan entah kata-kata apa lagi yang menggambarkan perasaanku. Jelasnya, Bali membuatku ingin kembali bertemu. Bercengkerama bersama merasakan setiap bagian pesonanya." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar