Translate

Desember 07, 2017

Ke Banjarnegara, Yuk Mampir ke Pabrik Keramik Klampok


Gampang tapi susah, harus latihan berulang-ulang kek hidup. Butuh proses agar ngebentuk.
Mau melihat proses pembuatan keramik secara langsung di pabriknya? Atau belajar membuat keramik untuk menambah keahlian? Seru banget loh berwisata ke galeri dan pabrik keramik seperti agenda kami saat Famtrip Blogger dan Media yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara beberapa waktu lalu.

Terletak di sebelah barat Banjarnegara sekitar 30 km dari pusat kota. Tepatnya di Kecamatan Klampok Purwanegara, terdapat kawasan UMKM alias sentra keramik yang telah berdiri sejak puluhan tahun silam bahkan hasil produksinya sudah dipasarkan hingga ke mancanegara. Sangat mudah untuk menemukan sentra keramik ini. Berada di Jalan Raya Klampok, sebelah kiri jalan, bangunan tinggi dengan bentuk poci di atasnya berarti anda sudah menemukan Usaha Karya Keramik Klampok
 
Galeri bagian depan
Galeri keramik ini menjual berbagai jenis keramik bermacam bentuk dan ukuran. Guci, hiasan dinding, vas bunga, souvenir, patung berbentuk gajah yang termasuk produk pertama kali pabrikan Klampok, dan kerajinan lainnya. Galeri keramik ini nyatanya tidak hanya menjual produk pabrikan Klampok saja, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Suka sama keramik ini. Membati coy. Budaya Indonesia banget kan.
Memasuki galeri milik Bu Yanti, kami peserta famtrip #BanjarnegaraAsyik memperhatikan bermacam model keramik yang dipajang. Pada ruangan depan, lebih banyak ditemukan keramik guci dengan ukuran yang variatif dan hiasan ruangan berbagai bentuk. Pada bagian dalam galeri, terdapat rak berisi produk keramik seperti asbak, keranjang kecil, pot, piringan, tatakan satu set poci dan gelasnya. Pada ruang ini, produk keramik berwarna kecoklatan mendominasi. Lanjut ke ruang ketiga, di mana lebih diisi dengan produk vas bunga, cawan, tempat duduk, dan pernak-pernik souvenir berukuran kecil seperti mobil, asbak berbentuk bebek, rumah-rumahan, dan sebagainya.
 
Poci siap kirim
Menariknya, kami juga sempat mengunjungi dapur pembuatan keramik yang letaknya tidak jauh dari galeri tersebut. Di lokasi pabrik, Bu Yanti menjelaskan cara proses pembuatan keramik dari bahan dasar berupa tanah liat hingga menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Saya melihat ada beberapa pengrajin yang sedang bekerja. Ada yang melakukan finishing glasir, membuat tutup poci, mengukir keramik, dan mengangkat keramik yang sudah kering dijemur. Sangat berkesan sekali berada di tempat ini. Melihat langsung proses pembuatan keramik oleh sang ahlinya.
 
Membuat tutup poci
Singkat cerita, awal mula keramik ini merupakan peninggalan pemerintahan kolonial. Maka lazim bila model keramiknya mendapat pengaruh model keramik Belanda. Lantas Usaha Karya Keramik Klampok ini didirkan oleh Bapak Masrundari Sunarno tahun 1969. Beroperasi 25 tahun kemudian, tahun 1994, Bu yanti melanjutkan usaha tersebut sepeninggal almarhum ayahnya. Kini pabrik yang diemban Bu Yanti sebagai generasi kedua memiliki 100 orang pekerja. Setiap bulan, produksinya dapat menghasilkan poci sebanyak 40.000 buah. Raupan  omsetnya pun cukup lumayan karena didistribusikan hingga ke pasar global seperti US, Arab, Afrika dan Asia.

Strategi yang dilakukan Bu Yanti dalam merambah pasar global adalah mempelajari kultur negara yang akan dimasukinya. Sebagai contohnya Jepang,  negara Asia Timur ini lebih menyukai keramik yang minimalis tetapi fungsional. Sedangkan pasar US biasanya lebih prefer ke keramik bernilai seni yang dapat mempercantik interior ruangan. Kemudian cara memasuki pasar US adalah bekerjasama dengan Pier1, sebuah perusahaan handicraft terbesar di Amerika. Untuk sekali pemesanan bisa mencapai 7 unit kontainer.

Keberhasilan usaha keramik ini bukan tanpa usaha yang optimal tentu dengan selalu menjaga nilai-nilai terdahulu. Seperti melestarikan ciri khas utama keramik ini dalam hal bentuk ukiran, ciri utamanya ialah berlubang tampak tegas dengan warna dasar cenderung gelap. Kelebihan lain yang dimiliki adalah kualitas keramiknya yang termasuk  tembikar dengan kualitas keras standar dunia. Sebab sudah terbukti akan produk impornya yang tetap awet atau tidak mudah pecah jika berada di negara bermusim dingin.

Bicara soal kompetitor, dalam 4 tahun terakhir, Vietnam menjadi kompetitor utama dengan keunggulan komparatif pada harga yang relative lebih murah. Hal ini setelah dikunjungi oleh Bu Yanti, faktanya efisiensi biaya pabrikan gerabah di Vietnam sangat ditekan karena mereka masih menggunakan pembakaran tradisonal di mana oven untuk membakar produk keramik dibuat di lereng-lereng gunung yang dikeruk seperti tatakan kayu bakar dan tempat pembakaran keramik. Sementara kalau di pabrikan Klampok sendiri sudah menggunakan sistem pembakaran modern. Pengunaan gas dan mesin oven yang memerlukan perawatan secara berkala, sehingga costingnya lebih besar.

Cara Pembuatan Keramik
 
Bahan utama pembuatan keramik adalah tanah jenis lempung. Tanah ini harus mengandung fesfat, kaolin, dan silika. Material bahan baku didapatkan dari daerah tetangga seperti  Ajibarang, Wonosobo, dan Kebumen. Ada dua cara dalam pengolahan tanah liat yakni diendapkan dan dilumatkan menggunakan mesin. Untuk pengolahan pabrikan Klampok memakai cara diendapkan terlebih dahulu sehingga material yang dipakai sari tanahnya saja. Tentu ini akan menghasilkan kualitas produk yang terbaik pula.
 
Setelah diendapkan, bahan baku ditiriskan menjadi dua jenis yang teksturnya keras dan lembek. Untuk bahan baku keras digunakan untuk membuat keramik seperti patung atau hiasan dinding. Sedangkan yang bertekstur lembek untuk bahan membuat poci. Dalam pembuatan keramik, ada tiga teknik yang dapat digunakan. Diantaranya teknik dengan menggunakan alat pemutar, teknik cetak, dan teknik pilin. Bahan baku tersebut dibuat dengan tiga alternatif teknik pembuatan untuk membuatnya menjadi suatu barang produk.
 
Terakota Poci. Keren ya warna aslinya.
Setelah menjadi terakota (berbentuk), dilakukan penjemuran selama dua hari agar bahan mengeras. Kemudian dilakukan pengukiran sesuai motif tertentu, baru diamplas agar menjadi halus. Langkah selanjutnya adalah finishing glasir (pemberian warna dasar umumnya coklat kemerahan). Namun ada pula glasir dengan memakai kulit telur, pecahan kaca, gedebok pisang, dan sebagainya tergantung kreativitas atas produk yang akan dihasilkan. Disinilah arti seni membuat keramik, terserah pembuatnya melakukan apapun yang penting kreatif. Selesai diglasir, tahapan lain adalah mewarnai dengan cat. Langkah terakhir kemudian pembakaran selama 15 jam dalam suhu mencapai 900-1100 derajat. Jadilah sebuah produk keramik dengan proses yang cukup panjang.
 
Oven pembakaran.
Usaha Karya Keramik Klampok utamanya memproduksi poci mencapai 90% keseluruhan produknya. Selain diekspor, pasar dalam negeri biasanya bekerjasama dengan perusahaan brand minuman teh. Poci tersebut digunakan sebagai alat media penjualan minuman teh ketika melakukan promosi oleh perusahaan. FYI juga nih, poci-poci yang terkenal di Tegal pun produknya buatan pabrikan Klampok loh.

Sentra keramik Klampok ini pula sering didatangi pengrajin dari berbagai daerah untuk belajar langsung menggali kelebihan yang hanya ada di pabrikan Klampok. Pemerintah pusat juga sering mengirimkan pengrajin untuk pemberdayaan dalam mempelajari pembuatan keramik Klampok yang masih menggunakan sistem tradisional dalam proses pembuatannya seperti penggunaan alat pemutar. Selain itu, kunjungan anak-anak PAUD hingga mahasiswa pun dapat melakukan pelatihan pembuatan keramik secara langsung di pabrik. Hal ini bertujuan untuk menumbukan kreativitas dan melatih kewirausahaan mereka. Jadi, kapan kamu mau berkunjung ke sentra keramik Klampok. Penasaran dong? Yuk datang ke jantungnya Jawa Tengah, Banjarnegara!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar